Kamis, 12 Juli 2012

makalah sugesti







SUGESTI





DISUSUN OLEH:

NAMA:

AKBAR ROBI SALAM (10350006)



DOSEN PEMBIMBING
Drs, Em Darlis. Bs



JURUSAN PSIKOLOGI ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN FATAH
PALEMBANG
2011







KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmannirrahiim

Al-hamdulillah, puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun mampu menyelesaikan makalah ini. Tak lupa pula shalawat beserta salam penyusun sampaikan kepada junjungan kita, keharibaan kita, nabi kita, Muhammad SAW yang syafa’at dari beliau kita nantikan di yaumul qiyamah kelak. Amiin ya Rabbal ‘alamiin.

            Terwujudnya makalah ini merupakan kerjasama antara semua pihak, baik moril maupun materiil. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih, atas bantuan yang telah diberikan, terutama ditujukan kepada :
  1. BAPAK EM DARLIS, selaku dosen pembimbing penyusunan makalah ini yang telah mengarahkan penyusun agar makalah ini menjadi terarah dan baik.
  2. Rekan-rekan difakultas ushuluddin yang menjadi motivator dalam penyusunan makalah ini dalam hal tukar fikiran.
  3. Orang tua yang selalu mendo’a kan untuk hasil yang terbaik bagi anak-anaknya. Terima kasih ibu, terima kasih ayah, jasamu tak kan terlupakan.   
Tak ada gading yang tak retak, begitu pun dalam penyusunan makalah ini. Kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan dalam perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang. Harapan kami agar makalah ini dapat berguna dengan sebaik-baiknya








A.    MENGENAL ILMU SUGESTI


Mungkin ada sebagian dari kita yang belum tahu apa itu sugesti ... Mungkin ada di antara kita yang tanpa sadar telah mempergunakan sugesti dalam beraktivitas sehari-hari, tetapi belum kenal istilah sugesti ... Dan, mungkin juga sudah banyak orang yang sudah mengenal, paham dan bisa menempatkan/mempergunakan sugesti tersebut pada/untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat positif dan tidak merugikan orang lain.
Sugesti adalah sebuah ilmu penghantar materi dan media untuk menyampaikan suatu maksud tertentu dengan kata-kata yang menarik kepada orang yang dituju. Dengan kata lain. [1]sugesti adalah sebuah ilmu untuk meyakinkan orang lain hanya berbekal rangkaian kata/ucapan. Seperti seorang dokter, ia menerapkan sugesti untuk memberi saran dan nasehat-nasehat yang bersifat mutlak untuk diikuti/taati oleh sang pasien agar bisa sembuh dari sakitnya. Seperti juga seorang guru saat megajar para muridnya.
Seorang guru mempergunakan sugesti untuk menyampaikan materi ilmu kepada murid-muridnya. Dalam hal ini sang murid harus mencermati setiap kata yang diucapkan oleh [2]sang guru jika dia ingin pintar. Dengan kata lain murid harus patuh/manut "opo jare guru" pada saat sang guru menyampaikan materi atau teori, itu jika sang murid ingin mendapatkan ilmu dari guru.
Di bidang marketing, seorang sales wajib mempergunakam sugesti untuk bisa menjual produknya dengan menyakinkan calon konsumen tentang kualitas dan manfaat produk yang sedang dia tawarkan/jual tersebut. Kita juga akan sering menjumpai segesti dalam acara hiburan dan acara-acara di televisi, seperti sulap yang bernapaskan hipnotis, dan kuis-kuis interaktif.Jadi intinya ilmu sugesti adalah ilmu untuk meyakinkan orang lain dengan kata-kata atau membuat orang lain menjadi tertarik/percaya untuk kemudian mengikuti apa yang kita inginkan. Jika kita tinjau dari hakikat ilmu, apapun jenis ilmu tersebut bisa dipergunakan untuk hal positif dan bisa juga dipergunakan untuk hal yang bertujuan negatif.Ada pendapat yang menyebutkan bahwa keberadaan ilmu terbagi menjadi dua golongan. Pertama adalah golongan ilmu "PUTIH' yang bisa membawa manfaat. Yang kedua adalah golongan ilmu "HITAM" yang bisa membuat orang sengsara dan tersiksa. Menurut penulis, pendapat seperti itu tidak mutlak benar. Karena segala dampak yang bersifat positif dan negatif dari sebuah ilmu itu tergantung pada si pengguna ilmu tersebut.

B.     PENGERTIAN SUGESTI

[3]Hipnotis sangat erat kaitannya dengan Sugesti. Sebenarnya apakah yang dimaksudkan dengan Sugesti pada pengetahuan hipnotis ? Apakah sama dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari ?
Dalam pengetahuan hipnotis, Sugesti dapat diartikan secara sederhana sebagai :
Suatu rangkaian kata-kata, atau kalimat, yang disampaikan dengan cara tertentu, dan dalam situasi tertentu, sehingga dapat memberikan pengaruh bagi mereka yang mendengarnya, sesuai dengan maksud & tujuan sugesti tersebut ! “
Yang dimaksudkan dengan “memberikan pengaruh” adalah  Pikiran Bawah Sadar “menyetujui” Sugesti dimaksud.
Secara umum, seluruh kalimat yang disampaikan oleh Hypnotist (Induction, Deepening, Suggestion, Termination) disebut sebagai Sugesti.
Terdapat 2 macam “gaya” dalam membawakan Sugesti pada saat melakukan hipnotis, yaitu : gaya authoritarian dan gaya permissive.
Authoritarian lebih sering digunakan oleh para Stage Hypnotist karena bernuansa dramatis dan menimbulkan efek entertainment. Permissive lebih banyak diterapkan pada proses Hypnotherapy, karena relatif dapat diterapkan kepada siapapun juga, termasuk mereka yang memiliki posisi sosial sama atau berada di atas sang Hypnotist atau Hypnotherapist.
.           [4]sugesti adalah suatu proses psikologis dimana seseorang membimbing pikiran, perasaan dan perilaku orang lain. Ini mungkin berbeda dengan yang saya rasakan bahwa sugesti itu dibawa dan diajarkan oleh pikiran dan perasaan pribadi bukan orang lain.
[5]Interaksi sosial pada manusia kepada manusia lainnya dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti berbicara, bertatap muka, bertransaksi dagang, belajar pada orang lain, menyakiti orang lain, dan lain sebagainya. Interaksi sosial antar individu merupakan proses yang rumit dan kompleks yang melibatkan faktor-faktor psikologis berikut di bawah ini (disertai pengertian / definisi) :

C. FAKTOR PSIKOLOGI PENDORONG INTERAKSI SOSIAL

1. Imitasi
Imitasi adalah meniru orang lain mulai dari sikap, perilaku, gaya, cara berfikir, penampilan, keterampilan, kemampuan, dan lain-lain. Imitasi yang baik perlu didahului oleh penerimaan, penghormatan, pengaguman, dll pada sesuatu yang hendak ditiru tersebut.
2. Sugesti
Sugesti adalah mempengaruhi seseorang atas suatu pandangan, pemahaman, sikap, dsb ketika yang menerima sugesti dalam keadaan tidak berpikir rasional karena diberi sugesti oleh orang yang dikagumi, dihormati, berwibawa, karismatik, pemuka agama, penguasa, golongan mayoritas, dan lain sebagainya.
3. Simpati
Simpati adalah ketertarikan seseorang kepada orang lain yang seolah-olah merasakan perasaan orang lain. Contoh : Membantu korban bencana alam.
4. Empati
Empati adalah rasa simpati yang sangat mendalam yang mampu memberikan pengaruh pada kejiwaan dan atau fisik seseorang. Contoh : rasa rindu yang terlalu dalam bisa menyebabkan seorang gadis menjadi panas dingin akibat tidak direstuinya hubungan cinta dengan kekasihnya.
5. Identifikasi
Identifikasi adalah imitasi yang mendalam sehingga ingin menjadi sama dengan pihak lain baik secara disengaja maupun tanpa disengaja. Contoh : Seseorang ingin menjadi seperti Tukul Arwana akan berupaya bergaya tingkah laku seperti Tukul.

D.    SUGESTI NEGATIF PADA ANAK YANG SERING DILAKUKAN ORANG TUA


[6]Setiap anak pasti memiliki sugesti yang tinggi terhadap lingkungan di sekitarnya. Ia akan melihat baik itu dari sisi negatif maupun positif. Biasanya anak akan merespon lebih cepat apa yang ia pelajari selama berada di lingkungan yang berbeda. Hal ini tentunya para orangtua harus selalu membimbing dan mengawasi anaknya apa yang telah diketahuinya selama ia mengenal lingkungan sekitarnya.

Dalam hal ini orangtua juga harus tetap menjaga sikap dan ucapan selama di depan anak-anak, agar mereka tidak memasukkan kata-kata yang tidak seharusnya mereka tahu dan mudah diingat dalam ingatan mereka. Hal ini untuk menghindari sugesti negatif terhadap anak dengan apa yang telah ia lihat dan ia dengar, agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal. Karena dengan adanya sugesti positif ataupun negatif tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar bagi tumbuh kembang mental anak.

[7]Baik sugesti positif maupun negatif biasanya hal tersebut terlontar begitu saja dari kata-kata orangtua. Bisa dicontohkan seperti, saat bayi masih berada dalam kandungan, kemudian lahir, dan ia tumbuh hingga usia anak-anak, kebanyakan orangtua selalu mengatakan sugesti positif "kalau kamu besar kamu akan menjadi anak yang menurut pada orangtua", dan masih banyak sugesti positif lainnya.

Dengan adanya sugesti positif yang selalu ia terima dan cerna, sugesti tersebut dapat menimbulkan kepercayaan diri bagi sang anak selama masa pertumbuhan hingga dewasa, dan akhirnya perkataan orangtuanya pun bisa terwujud. Sebaliknya, bila orangtua secara tidak sadar seringkali melakukan hal sugesti negatif seperti saat melihat anaknya menaiki tangga, Anda langsung meneriakinya dan mengatakan "Awas nanti kamu jatuh", dan perkataan itu diucapkan berulang-ulang. Dengan demikian, dengan Anda melakukan sugesti negatif baik disengaja maupun tidak dapat membuat sang anak benar-benar jatuh.
[8]Perlu Anda ingat, bahwa kalimat yang sebaiknya diucapkan agar memori anak selalu mengingatnya dan mendapat sugesti positif adalah, "anak pintar, hati-hati ya naik tangganya, jangan lupa pegangan supaya sampai di atas dengan selamat."
Satu hal yang perlu Anda ketahui sebagai orangtua, bila Anda mengalami stres dan sang anak melihatnya, hal tersebut juga akan berdampak buruk dan memberikan pancaran aura negatif (tidak sehat) terhadap anak. Kondisi tersebut lama kelamaan akan mengakibatkan gangguan penurunan daya tahan tubuh, sehingga berpengaruh pada kesehatan fisik maupun mental anak.
Salah satu cara dalam mengatasi hal ini yaitu dengan melakukan psikologi hipnotis sebagai sebuah metode terapi yang dikenal dengan hipnoterapi, seperti untuk menghilangkan phobia, melupakan sebuah kejadian traumatis dan menghilangkan kebiasaan yang tidak diinginkan seperti narkoba.
Anak-anak harus dihindarkan dari sugesti negatif yang sering dilontarkan secara sadar maupun tidak sadar oleh orangtua, bila ingin anaknya tumbuh dan berkembang secara maksimal.
Menurut orang sikologi, sugesti positif ataupun negatif sama-sama memiliki pengaruh yang cukup besar bagi tumbuh kembang mental anak.Misalnya, pada saat bayi dalam kandungan, lahir, sampai tumbuh hingga usia anak-anak, banyak orangtua sudah melakukan sugesti positif dengan sering mengatakan "kalau besar kamu akan menjadi anak cantik, sholeh, dan lain-lain".
Sugesti tersebut bisa menimbulkan kepercayaan diri bagi anak selama masa pertumbuhan hingga dewasa, sehingga perkataan orangtua bisa terwujud.
1.      Dengan membujuk atau memuji.
2.      Dengan menakut nakuti orang yang disugesti
3.      Dengan menunjukan kelemahan orang-orang yang disugesti[9]
Alat-alat untuk mensugesti adalah:
1.    [10]pandangan mata, misalnya dengan pandangan mata yang menyala atau yang redup orang dapat mencapai  apa yang dikehendaki, meskipun orang yang dipandangi merasa terpikat atau terpakasa.
2.    Dengan suara ( kata-kata) misalnya dengan kata-kata yang merayu atau kata-kata kasar seseorang dapart pula menuruti kehendaknya.
3.    Dengan air muka. Orang dapat seakan dapat menurutio kehendaknya bila ia menggunakan air mukanya, misalnya dengan air muka yang berseri, senyum merah padam, kecut, manis, sinuis.
4.    Dengan suri tauladan sebenarnya orang tidak perlu memikirkan sesuatu atau memerinbtahkan sesuatu dengan kasar, keras bahkan dengan ancaman  kalau dia sendiri menjalankan apa yang diperintahkan.
5.    Dengan gambar,inilah yang digunakan dalam tehknik raklame. Misalnya, orang lekas terpengaruh gambar bintang film, kemudian menonton meskipun cerita difilm itu tidak baik bahkan merusak moral.
6.    Dengan senboyan. Ini misalnya dipergukakan dalam memperhebat usaha yang besar. Misalnya dalam usaha tersebut usaha merebut kemerdekaan kita semboyan.
SUGESTI INI SERING DIGUNAKAN OLEH:
1.      [11]Pengobatan oleh dokter atau dukun
2.      Demontrasi-demontrasi
3.      Rapat-rapat raksasa
4.      Pada diri sendiri
5.      Pada obat guna-guna
6.      Pada pemeriksaan terdakwa
7.      sekolah
sugesti dalam masa sugesti. Artinya sugesti diberikan pada masa orang banyak pada tempat, waktu situasi dan perasaan yang sama.
AKIBAT KALAU SUGESTI ITU BERHASIL PADA MASA ITU, IALAH:
1.      jiwa individu luluh menjadi jiwa masa
2.      jiwa masa irtu adalah jiwa segerombolan binatang
3.      kesanggupan berfikir, berasa dan kemauannya, hilang atau berkurang, terdesak oleh fikiran, perrtasaan dan kemauan pada masa itu. Sehingga orang-orang yang cerdik pandai dan alim ulama yang apabila ia seorang diri tidak sampai hati untuk melakukannya, kini ia berbuat.
4.      Dalam masa perasaan yang timbul sesaat bergelora dan berpengaruh benar-benar hingga dias berbuat tidak keritis lagi, maka dia berlangsung secara implusif hingga mau saja ia mencapai maksudnya.
5.      Dalam masa hidup jiwa menjadi instinktif karena dorongan dari dalam mendapat kesempatan untuk aktif hingga kadang-kadang orang itu dikendalikan oleh ketidaksadarannya.
6.      Dalam masa bersifat kodrat raksasa kolektif.inilah yang menjadi pendorong bagi jiwa masa yang bertindak seperti binatang.[12]
AGAR SUGESTI BERHASIL HARUS MENCARI
1.      Sebuah alat sugesti yang tepat
2.      Saat orang yang akan disugesti itu dalam keadaan lelah
3.      Sugesti dilaksanakan secara bersungguh-sungguh
4.      Arah sugesti itu ditunjukan dengan nyata
5.      Tujuan yang akan dicapai itu dibayangkan dengan jelas-sejelasnya [13]
Faedah sugesti dalam pendidikan adalah:
1.      Dengan sugesti, anak yang malas yang menderita rasa harga diri kurang dan anak yang hampir putus asa, dapat menjadi sehat dengan sugesti yang positif.
2.      Terutama dengan autosugesti anak dapat mengalami sesuatu semangat yang baru baginya dan ia menyadari akan kekuatan, kelebihannya  dan sebagainya.
3.      Dengaan sugesti pelajaran-pelajaran yang sulit menjadi agak mudah dirasakannya
4.      Denngan suri tauladan dalam mensugesti guru akan lebih mudah mencapai maksudnya dari pada dengan tingan tindakan yang kasar
5.      Dengan suara yang lemah lembut, sinar mata yang jernih roman muka yang berseri dan bujukan yang manis sinar mata yang jernih, roman muka yang berseri dan bujukan yang manis, guru yang bisa berhasil mencapai maksudnya.
6.      Pergunakanlah semboyan-semboyan yang berguna bagi pelaksanaan pengajaran .

Bayangan sugesti adalah:
1.      Sugesti yang negatif. Orang yang memberi sugesti macam ini berarti ia pula yang membunuuh orang disugesti.
2.      Sugesti yang tidak tepat contohnya seorang guru yang memberikan sesuatu kepada muridnya dengan segala kekerasan. Sedang ia sendiri tidak melakuakan sepreti apa yang ia perintahkan.guru yang seperti inilah sebenarnya yang merusak jiwa anak.
3.      Auto sugesti yang berlebihan dalam auto sugesti kadang orang lupa kepada kesanggupan sebenarnya yang ada pada mereka. Kemudian ter4nyata ia tidak berhasil mudah sekali masuk kelembah putus asa.
4.      Massa sugesti yang berlebihan para demontrasi misalnya,berkobar-kobar perasaan binatangnya terhadap orang yang akan demontrasi apabial salah seseorang dari demontrasi  sesuatu yang mungkin hanya pura-pura maka para demonstran akan berbuat semacam itu dan lebih bersungguh. Karena itulah tidak jarang terjadi pembunuhan di dalam demontrasi-demontrasi.
Sekolah harus berusaha, agar anak-anaknya dapat dengan baik mengendalikan diri.supaya tidak mudah twerlibaty dalam masa sugesti. [14]


Dengan sugesti, anak yang malas yang menderita rasa harga diri kurang dan anak yang hampir putus asa, dapat menjadi sehat dengan sugesti yang positif.
Terutama dengan autosugesti anak dapat mengalami sesuatu semangat yang baru baginya dan ia menyadari akan kekuatan, kelebihannya  dan sebagainya.
Dengaan sugesti pelajaran-pelajaran yang sulit menjadi agak mudah dirasakannya.
Denngan suri tauladan dalam mensugesti guru akan lebih mudah mencapai maksudnya dari pada dengan tingan tindakan yang kasar .
Dengan suara yang lemah lembut, sinar mata yang jernih roman muka yang berseri dan bujukan yang manis sinar mata yang jernih, roman muka yang berseri dan bujukan yang manis, guru yang bisa berhasil mencapai maksudnya.

  1. SARAN
Sugesti yang tidak tepat akan melahirhan dampak negatif terhadap seseorang yang akan di sugesti, orang yang memberui sugesti yang negatif ini berarti dia pembuhnuh orang yang disugesti.




















[1] W.A Gurungan.  psikologi sosial.Bandung. PT repika aditama. (Halaman 65)
[2] Agus sujanto. Psikologi umum. PT. Bumi Aksara. (Halaman 94)
[3] W.A Gurungan. Psikologi sosial. Bandung. Pt rapika aditama. (Halaman 65-66)
[4] Agus sujanto. Psikologi umum.  Jakarta. PT Bumi Aksara (halaman 94)
[5] W.A gurungan. Psikologi sosial. Bandung. PT rapika aditama. (Halaman 69)
[6] Agus sujanto. Psikologi umum. Jakarta. PT. Bumi Aksara (halaman 94)
[7] W.A Gurungan. Psikologi sosial. Bandung. Rapika aditama. (Halaman 70)
[8] W.A, Gurungan. Psikologi sosial. Bandung. PT Rapika Aditama. (Halaman 69-70)
[9] Agus sujanto. Psikologi umum. Jakarta. PT.bumi aksara. (Halaman, 95)
[10] Agus sujanto. Psikologi umum. Jakarta. PT.bumi aksara. (Halaman, 95-96)
[11] Agus sujanto. Psikologi umum. Jakarta. PT.bumi aksara. (Halaman,96)
[12] Agus sujanto. Psikologi umum. Jakarta. PT.bumi aksara. (Halaman,97-98)
[13] Agus sujanto. Psikologi umum. Jakarta. PT.bumi aksara. (Halaman,97)
[14] Agus sujanto. Psikologi umum. Jakarta. PT.bumi aksara. (Halaman,99-100)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar