Senin, 09 Juli 2012

ilmu tauhid


Sifat Ma’ani : Artinya Allah sebelum menjadikan langit bumi seisinya ini, maka Allah sudah memiliki sifa Ma’ani yaitu Allah sudah kuasa, sudah berkehendak, sifat ma’ani ada 7 yaitu : Qudrat, Iradah, ‘Ilmu, Hayat, Sama’ , Bashar, Kalam

Qudrat = Kuasa: Sifat mustahil / lawan ( muhal ) = ‘Ajzun artinya Lemah ( jawa: apes )
Dalil : Innallaha ‘ala kulli syain qadiir ( Qs Albaqarah 20 )
Innallaha, sesungguhnya Allah, ‘ala kulli Syain diatas segala sesuatu, Qadiruun, Kuasa

Iradat = Allah itu mempunyai kehendak / Berkehendak
Sifat Mustahil/lawan (muhal) = Karohah artinya Mustahil kalau sampai Allah itu terpaksa menuruti kehendak Makhluq ( jawa: kasereng )
Dalil : Fa’aalul lima yuriidu ( Qs Al buruj 16 )
( Dzat yang banyak mencipta segala sesuatu menurut kehendakNya )

‘Ilmu = Allah Maha mengetahui ( Jawa : Ngudaneni )
Sifat Mustahil / lawan ( muhal ) = Jahlun artinya, mustahil jika Allah itu bodoh
Dalil : Innallaha ‘alimun bidzaatish shuduuri ( Qs Al Imron 119 )
Innallaha, sesungguhnya Allah, ‘aliimun, Dzat yang maha mengetahui, bidzaatish shuduuri, diatas orang – orang yang memiliki beberapa macam keadaan hati
( jawa: Setuhune Gusti Allah iku ngudaneni kelawan wong kang anduweni piro – piro ati )

Hayat = Allah itu maha hidup, hidupNya tidak pakai nyawa, tidak pakai sukma
Sifat mustahil / lawan ( muhal ) = Mautun artinya mustahil jika Allah sampai mati.
Dalil : Watawakkal ‘alal hayyilladzii laa yamuutu ( Qs Al Furqan 58 )
Watawakkal, dan bertawakal/pasrah lah engkau Muhammad, kepada Hayyilladzii, Dzat yang maha hidup, laa yamuutu, yang tidak akan mati.

Sama’ = Allah Maha mendengar, mendengarNya tidak pakai telinga ( Jawa : ngerungu, ngerungune ora nganggo kuping )
Sifat mustahil/lawan ( muhal ) = Shomamun, artinya mustahil jika Allah itu tuli
Dalil : Innallaha Samii’un ‘aliim ( Qs Al Imron 34 )
Innallah, sesungguhnya Allah, itu Samii’un, Dzat yang maha mendengar, ‘aliimun dan Dzat maha mengetahui.

Bashar = Allah Maha melihat, melihatNya tidak pakai mata ( Jawa: Gusti Allah iku mesti ningali, ningalane ora nganggo meripat )
Sifat mustahil/lawan ( muhal ) = ‘Umyun artinya mustahil jika Allah buta
Dalil : Wallahu bashiirun bimaa ta’maluna ( Qs Al Hujurat 18 )
( Dan Allah itu Dzat yang maha melihat atas segala sesuatu perbuatan yang kamu lakukan )

Kalam = Allah itu maha berfirman ( berkata – kata ) berkata –katanya Allah tidak pakai suara dan aksara (jawa: Gusti Allah mesti dawuh, dawuhe ora nganggo suoro, ora nganggo aksoro )
Sifat mustahil / lawan ( muhal ) = bukmun artinya mustahil jika Allah itu dzat yang bisu
Dalil : Wakalamallahu Muusa takliiman
Wakalamallahu, dan telah berfirman / berbicara Allah, Muusa kepada nabi Musa, takliiman dengan sebenar – benar berbicara / berfirman.

Sifat Ma’nawiyah : Setelah menjadikan langit bumi sesisinya, Allah mempunyai sifat ma’nawiyah artinya Allah itu Yang Kuasa, Yang berkendak dan seterusnya, sifat ma’nawiyah ada 7 yaitu : Qadiran, Muridan, Aliiman, Hayyan, Samii’an, Bashiiran, Mutakalliman.

Kaunuhu Qadiran = adanya Allah itu Dzat yang Kuasa
Sifat mustahil / lawan = ‘Ajizan artinya mustahil Allah dzat yang lemah
Dalil = sifat qudrat

Kaunuhu Muriidan = adanya Allah itu dzat yang berkehendak
Sifat mustahil / lawan = Karihan artinya mustahil Allah dzat yang tidak berkehendak ( menuruti kehendak makhluq )
Dalil = dalil sifat iradat

Kaunuhu Aliiman = Adanya Allah itu Dzat yang maha mengetahui
Sifat mustahil / lawan = Jahilan artinya mustahil Allah dzat yang bodoh
Dalil = dalil sifat ‘ilmu.

Kaunuhu Hayyan = adanya Allah itu dzat yang maha hidup
Sifat mustahil / lawan = mayyitan artinya mustahil Allah dzat yang mati
Dalil = dalil sifat hayat.

Kaunuhu samii’an = adanya Allah itu dzat yang maha mendengar
Sifat mustahil / lawan = Ashomma artinya mustahil Allah dzat yang tuli
Dalil = dalil sifat sama’

Kaunuhu Bashiiran = adanya Allah itu dzat yang maha melihat
Sifat mustahil / lawan = a’ma artinya mustahil Allah dzat yang buta
Dalil = dalil sifat bashar.

Kaunuhu Mutakalliman = adanya Allah itu dzat yang maha berbicara
Sifat mustahil / lawan = Abkama artinya mustahil Allah dzat yang bisu
Dalil = dalil sifat kalam.

Sifat Jaiz ( kewenangan ) Allah ada satu dijabarkan jadi 5, ditambah sifat mustahilnya 5 jadi 10
1.Allah menjadikan langit bumi seisinya kewenangan Allah, mustahil jika Allah menjadikan langit bumi seisinya wajib
2.Allah menjadikan langit bumi seisinya tidak berharap manfaat, mustahil jika berharap manfaat
3.Allah menjadikan langit bumi seisinya, langit bumi seisinya ini tidak punya daya kekuatan, mustahil jika punya daya kekuatan
4.Allah menjadikan langit bumi seisinya, langit bumi sesisinya tidak punya daya watak / sifat
5Allah menjadikan langit bumi seisinya ini baru, mustahil jika qidam

Aqaidul iman 50 dibagi jadi 2 yaitu :
1.Istighna’
2.Iftiqar

Istighna’ angkullima siwaahu artinya Allah itu maha kaya, tidak butuh sesuatu selainNya, sifatnya ada 28 ( termasuk sifat wajib, mustahil dan jaiz ) yaitu : wujud, qidam,baqa, mukhalafatu lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi, sama’, bashar, kalam, samii’an, bashiiran, mutakalliman ( 11 ) , sifat mustahilnya 11, jadi 22,
sifat jaiz 3 ( yaitu no 1- 3 diatas ) ditambah mustahil jaiznya 3, jadi 6
22 ditambah 6 = 28

Istighna’ sendiri dibagi menjadi 5
1. Istighna’ fa’il : Allah maha kaya, tidak butuh pada perbuatan ( jawa: ora butuh
marang gawe ) sifatnya yaitu : wujud, qidam, baqa, mukhalafatu lil hawaditsi
2. Istighna’ mahal : Allah maha kaya, tidak butuh pada tempat, sifatnya yaitu qiyamuhu binafsihi
3. Istighna’ mukammil : Allah maha kaya, tidak butuh pada sesuatu yang menyebabkan sempurna, sifatnya yaitu sama’ bashar, kalam, samii’an, bashiiran, mutakalliman
4. Istighna’ maf’ul : Allah maha kaya, tidak butuh pada ciptaanNya, sifatnya sifat jaiz no 1 dan 2, ditambah sifat mustahil dari sifat jaiz tersebut.
5. Istighna’ washitoh : Allah maha kaya, tidak butuh pada lantaran, sifatnya sifat jaiz no 4 ditambah sifat mustahil dari sifat jaiz tersebut.

Iftiqar kullima ‘adaahu ilahi : setiap sesuatu selain Allah pasti butuh pada Allah
terdiri dari 22 sifat ( wajib, mustahil, jaiz ) Yaitu : qudrat, iradat, ilmu, hayat, qadiran, muriidan, ‘aliiman, hayyan, samii’an, wahdaniyah ( 9 sifat ) mustahilnya 9 sifat, ditambah sifat jaiz no 4 dan 5, serta sifat mustahil bagi sifat jaiznya 2, jadi jumlahnya 22 sifat.

Istighna’ 28 sifat , dibagi jadi 2
1.Sifat kamal artinya sempurna, terdiri dari 12 sifat ( wajib, mustahil, jaiz )
2.Sifat Jamal artinya indah, terdiri dari 16 sifat ( wajib, mustahil, jaiz )

Iftiqar 22 sifat dibagi jadi 2
1.Sifat Jalal, artinya Agung, terdiri dari 10 sifat ( wajib, mustahil, jaiz )
2.Sifat Qohar, artinya Perkasa, terdiri dari 12 sifat ( wajib, mustahil, jaiz )

Istghna’ 28 sifat ditambah iftiqar 22 sifat disebut aqaidul iman 50

Semua sifat diatas terangkum dalam kalimah tauhid :
Laa ilha illa Allah

Laa, mengandung sifat kamal 12
Ilaha, mengandung sifat jamal 16
Illa, mengandung sifat jalal 10
Allahu, mengandung sifat qohar 12
Jumlah 50 sifat.

Huruf kalimah tauhid laa ilaha illa Allah, 12 huruf
Lam, lafad Laa, artinya tidak ada yang lainnya
Alif, lafad laa, mustahil jika Allah ada yang lainnya lagi.
Alif, lafad ilaha, itsbat iradat artinya tetap pada kehendak Allah
Lam, lafad ilaha, Nafi mujtahid nakiroh, artinya hati – hati jangan berharap pada Tuhan yang lain, kecuali Allah.
Ha, lafad ilaha, itsbat ahadiyah, tetap satu/esa dzat Allah
Alif, lafad illa, itsbat hidayah, tetap petunjuk dari Allah
Lam, lafad illa, lam nafi ‘ubudiyah, artinya tidak ada sesembahan selain Allah
Alif, lafad illa, artinya mustahil jika ada sesembahan selain Allah.
Alif, lafad Allahu, itsbat wahdiyah, tetap satu hakiki sifat Allah
Lam awwal, lafad Allah, itsbat ta’dim artinya tetap keagungan milik Allah
Lam tsani, lafad Allah, mustahil jika Allah itu tidak bersifat agung.
Ha, lafad Allah itsbat Hawiyah, artinya tetap keluasan milik Allah. Diruangan yang lepas saya telah menjelaskan secara ijmal (umum) mengenai sifat-sifat yang wajib bagi ALLAH iaitu 20 sifat . Insyaallah kali ini saya akan menghuraikan sifat-sifat itu secara terperinci mengikut kadar kemampuan saya namun secara pastinya untuk memahami ilmu ini mestilah bermusyafahah(mengadap) dengan para masyaikh dan tuan-tuan guru .

Sebelum itu saya ingin menyatakan bahawa sifat-sifat ALLAH terbahagi kepada empat mengikut satu pandangan dan mengikut satu pandangan lagi ia hanya terbahagi kepada tiga sahaja . Keempat-empat bahagian itu ialah :
1- Sifat nafsiyyah( 1 sifat sahaja )
2- Sifat salbiyyah ( 5 sifat )
3- Sifat ma’ani ( 7 sifat )
4- Sifat maknawiyyah ( 7 sifat )
Manakala mengikut pandangan yang kedua mereka tidak mengira sifat maknawiyyah sebagai sifat ALLAH kerana mereka berpendapat sifat maknawiyyah ini sama sahaja dengan sifat ma’ani .

SIFAT NAFSIYYAH
Sifat nafsiyyah ialah sifat yang melazimi bagi setiap zat . Sifat nafsiyyah ini hanya mengambarkan tentang zat sahaja tidak lebih dari itu . Contohnya wujud (ada) , maka sifat wujud ini hanyalah satu sifat yang ada selama mana zat itu ada , andai kata zat itu tiada maka dengan sendirinya sifat wujud itu pun tiada juga .

SIFAT SALBIYYAH
Sifat salbiyyah ialah sifat yang mesti kita nafikan daripada zat ALLAH s.w.t . Contohnya wujud ALLAH ada permulaan . Jadi wajib kita nafikan sifat tersebut daripada zat ALLAH s.w.t maka kita katakan dan sabitkan ALLAH itu qadim(sedia ada) dengan makna tidak ada permulaan bagi kewujudan ALLAH.

SIFAT MA’ANI
Sifat ma’ani pula ialah sifat yang ada pada zat yang menyebabkan zat itu dihukumkan dengan sifat itu . Contohnya sifat qudrat , maka setiap zat yang ada sifat qudrat ini dipanggil kaunuhu qodiran (yang berkuasa) .

SIFAT MAKNAWIYYAH
Sifat maknawiyyah ialah keadaan ataupun hal yang wajib ada selama mana zat itu bersifat dengan sifat-sifat ma’ani . Contohnya sifat kaunuhu taala qodiran(keadaan ALLAH berkuasa) , maka selama-mana zat ALLAH bersifat dengan qudrat maka ia dipanggil yang berkuasa .

MAKLUMAN
Antara keempat-empat bahagian sifat yang dinyatakan diatas tadi hanya satu sahaja bahagian yang benar-benar ada pada zat ALLAH s.w.t iaitu sifat ma’ani , seandainya ALLAH membuka hijab dari pandangan kita pasti kita mampu melihat sifat-sifat tersebut . Manakala sifat-sifat yang lain ianya hanya wujud pada kiraan akal kita sahaja . Contoh yang mudah untuk diketengahkan ialah sifat mandul , pada hakikatnya sifat mandul ini tidak ada pada sepasang suami isteri tetapi bila mereka tidak dikurniakan zuriat maka mereka dipanggil mandul , justeru sifat mandul ini pada hakikatnya tidak ada pada zat seseorang itu sehingga kita mampu melihatnya tetapi ianya hanya ada pada kiraan akal kita sahaja .

SIFAT PERTAMA : WUJUD ( ADA )
TAKRIF WUJUD
Wujud ialah satu hal ataupun keadaan yang wajib bagi zat selama mana ianya ada , dan hal ataupun keadaan ini tidak mempunyai sebab bagi wujudnya .

HUKUM
Wajib syara’ keatas semua mukallaf beriktikad yakin seratus peratus bahawa ALLAH s.w.t itu wujud (ada) dan wajib kita nafikan sifat ‘adam ( tiada ) dari zat ALLAH . Wujud ALLAH tidak sama dengan wujud kita ini kerana wujud ALLAH tidak didahului oleh tiada dan tidak dihubungi oleh tiada . Adapun wujud kita ini , ianya didahului oleh tiada dan dihubungi oleh tiada juga . Dengan erti kata yang lain tidak ada tarikh lahir dan tarikh mati bagi ALLAH sedangkan kita ada hari dan tarikh kelahiran dan kematian .

DALIL AQLI
Dalil aqli tentang adanya sifat wujud bagi ALLAH ialah baharu alam ini . Mengapakah kita mengatakan baharu alam ini sebagai dalil wujudnya ALLAH? Jawapannya ialah alam ini sebelum adanya , ada dan tiadanya adalah sama berat 50-50 . Tetapi bila sahaja ia wujud , akal kita mengatakan mesti ada yang menjadikan alam ini kerana alam tidak mampu untuk menjadikan dirinya sendiri bahkan orang lain sahaja yang mampu mewujudkan alam ini . Maka apabila difikirkan nyatalah yang menjadikan alam ini ialah ALLAH s.w.t .
MAKLUMAN
Alam ini secara ringkasnya hanya mempunyai dua unsur iaitu jirim ( zat/batang tubuh ) dan ‘arod ( sifat ) . Maka setiap jirim wajib mempunyai sifat begitu juga sifat wajib menumpang ataupun bersama jirim , masing-masing saling memerlukan antara satu sama lain . Setiap jirim hanya boleh mengambil salah satu sahaja diantara sifat-sifat yang berlawanan contohnya gerak dan diam , bila mana satu jirim itu bergerak maka sudah pasti ternafi darinya sifat diam .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar